Jumat, 21 Januari 2011

Presiden.China:.Saatnya.Membuang.Dolar.AS

Presiden.China:.Saatnya.Membuang.Dolar.AS

China, 21 Januari 2011
Presiden China: Saatnya Membuang Dolar AS

Cina menyerukan membuang dolar AS. Karena mereka telah semakin banyak menimbun emas?

Menjelang kunjungannya ke AS, Presiden Cina Hu Jintao membuat pernyataan paling berani tentang masa depan dolar AS sebagai mata uang cadangan internasional. Ia menyebut dolar AS sebagai "produk dari masa lalu", sementara mempromosikan mata uang negaranya sendiri, yuan, sebagai pengganti.

Dalam jawaban tertulis terhadap pertanyaan-pertanyaan dari media AS, Hu mengkritik Federal Reserve AS yang terus melepaskan gelombang dolar ke dunia, mendorong kenaikan inflasi tajam di tempat-tempat seperti Cina dan India. Dia juga menolak keluhan AS bahwa Cina mematok rendah nilai yuan secara artifisial, untuk meningkatkan ekspor Cina.

Dia menyerukan dilakukannya perubahan pada sistem cadangan mata uang yang ada hari ini "untuk sepenuhnya mencerminkan status perubahan negara-negara berkembang dalam ekonomi dan keuangan dunia," ujarnya, sebagaimana dilaporkan oleh The Wall Street Journal, yang dikutip oleh Moneynews.com, pekan ini (19 Januari 2011).

Adapun atas tindakan The Fed, yang terus-menerus mencetak dolar AS, Hu mengatakan bahwa peningkatan pasokan dolar AS "memiliki dampak besar pada likuiditas global dan arus modal dan oleh karena itu, likuiditas dolar AS harus dijaga pada tingkat yang wajar dan stabil."

Pemimpin Cina ini selanjutnya menyerukan agar ada perombakan total rezim moneter yang berlangsung saat ini, dan menciptakan sistem baru yang lebih "adil, inklusif dan dikelola dengan baik."

Cina bisa bersikap tegas karena cadangan devisanya saat ini telah mencapai 2,85 triliun dolar AS, sebagian besar dalam bentuk obligasi pemerintah AS. Dengan devisa sebesar itu, Cina negeri komunis, terbukti telah menyelamatkan Afrika dan Amerika dari krisis moneter, dan kini mulai melakukan penyelamatan di Eropa, untuk menolong kebangkrutan euro dan kapitalisme.

Pertanyannya adalah: ketika nanti Cina menghadapi krisis moneternya sendiri, siapa yang bakal menyelamatkannya?

Di balik keberanian Hu Jianto melawan dolar AS, dan menawarkan yuan, boleh jadi adalah karena kesiapan negeri dan bangsanya untuk menyelamatkan diri bila terjadi malapetaka finansial yang lebih besar: melalui cadangan emasnya. Rakyat Cina kini dihimbau untuk mengalihkan tabungannya minimal 5% dalam bentuk emas. Sementara pemerintahnya terus-menerus menaikkan cadangan emasnya secara agresif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar